Rabu, 22 Juli 2009

Dasar-Dasar Tata Bahasa –Bahasa Indonesia

1. Mengenal Jenis Kata
Ada beberapa jenis kata : kata benda-kb. (noun-n.), kata kerja-kk. (verb-v.), kata keadaan-kkead. (adjective-adj.), kata keterangan/sifat-ksf. (adverb-adv.), kata ganti-kgt. (pronoun-pron.), kata bilangan-kbil. (numeral-num.), kata sambung-ksmb. (conjunction-conj.), kata sandang-ksdg (article-art.), kata tanya-ktny (interrogative pronoun-int.pron), kata depan-kdpn (preposition-prep) dan kata seru-ksr (interjection-interj).
.
Kata Benda
Dibedakan kata benda asli dengan kata yang dibendakan (dibentuk dari kata lain).
Contoh kata benda asli: meja, kunci, ayam, sabun dan sebagainya.
Contoh kata yang dibendakan : rangkaian, pelanggaran, kecelakaan, dan sebagainya.
Pembentukan kata yang dibendakan akan dijelaskan pada pasal mengenai awalan dan akhiran pada tulisan berikut.
.
Kata Kerja
Ada tiga jenis kata kerja: kk transitif-trans. (transitive v-trans.v), kk intransitif/intransitif (intransitive v-intrans.v), dan kk trans./intrans. (trans./intrans.v).
Transitif adalah sifat kata kerja yang mengharuskan suatau kata benda atau yang dibendakan berada langsung dibelakang kata kerja itu.
Intransitif tidak mengharuskan kata benda atau yang dibendakan dibelakangnya. Transitif/intransitif boleh diikuti kata benda, boleh juga tidak diikuti kata benda dibelakang kata kerja tersebut.
.
Kata Keadaan
Kata keadaan adalah kata yang menerangkan kata benda.
Contoh :
rumah putih – putih adalah kata keadaan yang menerangkan kata benda rumah
tarian sunda – sunda adalah kata keadaan yang menerangkan kata benda tarian.
Ada dua hal yang dapat dicatat bahwa:
- Kata keadaan dapat berasal dari jenis kata asli apa saja, baik kb, kk atau jenis kata lain.
- Berlaku hukum DM: kata yang menerangkan berada sesudah kata yang diterangkan.
.
Kata Keterangan/Sifat
Kata keterangan/sifat adalah kata yang menerangkan kata selain kata benda.
Contoh :
berlari cepat – cepat adalah kata sifat yang menerangkan kata kerja berlari;
biru muda - muda adalah kata sifat yang menerangkan kata keadaan biru;
lompat galah, renang kupu-kupu, selancar angin dan sebagainya.
.
Dapat dicatat hal-hal sebagai berikut:
- Kata keterangan/sifat dapat berasal dari kata asli apa saja, baik kb, atau jenis kata lain.
- Kata keterangan/sifat dapat dibentuk dari kk tertentu (tidak semuanya) dengan memberi awalan me dan akhiran kan , misalnya mengagumkan, memilukan, adalah kata sifat, misalnya : “Akrobat itu mengagumkan” dimana kata sifatnya dibentuk dari kata kerja kagum atau “Tangisan anak itu memilukan” dimana kata sifatnya dibentuk dari kata keadaan pilu.
.
Perlu diingat bahwa awalan me dan akhiran kan pada awalnya adalah pembentukan kk transitif dari kk intransitif, seperti akan dijelaskan pada pasal “Menyusun Kalimat”.
Akibat pengaruh Bahasa Inggeris dimana hampir semua kata kerja dapat diubah menjadi kata sifat, sering pemakaian bahasa tidak teliti, menganggap semua kata kerja dalam Bahasa Indonesia juga dapat diubah menjadi kata sifat misal kalimat: “Usaha ritel buku itu menjanjikan”. Jelas ini tidak tepat, karena menjanjikan adalah kk transitif yang harus diikuti kata benda misalnya keuntungan.
- Berlaku hukum DM: seperti penjelasan diatas.
.
Kata Ganti
Dibedakan dua macam kata ganti:
- Kata ganti orang: aku, saya, dinamakan sebagai kata ganti orang pertama tunggal; kita, kami, dinamakan sebagai kata ganti orang pertama jamak; Anda, kau, kamu, dinamakan sebagai kata ganti orang kedua tunggal; kamu, kalian, dinamakan sebagai kata ganti orsng kedua jamak; dia, ia dinamakan sebagai kata ganti orang ketiga tunggal; mereka, dinamakan sebagai kata ganti orang ketiga jamak.
.
Bentuk memiliki (possessive) dari kata ganti orang dalam Bahasa Indonesia hampir tidak berubah dari bentuk awal, misalnya sepedaku, sepeda saya, sepedamu, sepeda kamu, sepeda Anda, sepeda kalian, sepedanya, sepeda mereka.

Begitu juga bentuk penderita(objek): memukulku, memukulmu, memukul saya dsb.
.
Dalam Bahasa Inggeris, kata ganti orang selalu berubah bentuk bila dipakai sebagai possessive dan sebagai object, seperti berikut :
I menjadi my (possessive), me (object), mine (possessive).
You menjadi your (possessive), you (object), yours (possessive).
He menjadi his (possessive), him (object), his (possessive).
She menjadi her (possessive), her (object), hers (possessive).
They menjadi their (possesive), them (object), theirs (possessive).
- Kata ganti bukan orang: itu, ini baik sebagai bentuk tunggal maupun bentuk jamak.
.
Kata Bilangan
Kata bilangan ada dua jenis: terhitung dan tak terhitung.
Kata bilangan terhitung misalnya: nol, tiga, sepuluh, sejuta lima ratus enam puluh dsb.
Kata bilangan tak terhitung misalnya: banyak, semua, seluruh(nya), sedikit dsb.
.
Kata Sambung
Contoh kata sambung: dan, dengan, bila, bahwa, kalau, apabila, andai, umpama.
Kata sambung dapat menghubungkan dua kata, dapat pula menghubungkan dua kalimat.
.
Kata Sandang
Contoh kata sandang: si, sang, hang, dang.
.
Kata Tanya
Contoh kata tanya: apa, siapa, berapa, bagaimana, dimana, kenapa.
.
Kata Depan
Contoh kata depan: didalam, diatas, pada, diluar, disamping, dimuka, dibelakang.
.
Kata Seru
Contoh kata seru: hai, oh, hallo, aduh.

Contoh-contoh kalimat yang tidak sesuai dengan tata bahasa.
Pemakaian kosakata yang tidak semestinya berikut ini, sering muncul di media cetak atau televisi:
.
- Untuk menghindarkan kecelakaan, ia membelokkan stir ke kiri.
Seharusnya: Untuk menghindari kecelakaan, ….dst, sebab bila kecelakaan dihindarkan, berarti kecelakaan ada dan dipindah ketempat lain.
.
- Asap kebakaran membumbung tinggi keangkasa.
Seharusnya: Asap kebakaran membubung … dst, sebab berasal dari kata bubung, yaitu bagian paling tinggi dari rumah.
.
- Walaupun diancam dengan senjata tajam, ia tetap bergeming.
Seharusnya: ...., ia tetap tidak bergeming, sebab kata geming berasal dari akar kata bahasa Melayu gamang yang berarti takut (jatuh).
Dalam hal ini pernah terjadi polemik di koran Kompas, karena ada pembaca yang ingin mengkoreksi kalimat seperti itu, tetapi Kompas beralasan terjemahan kata geming telah sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) yang dikeluarkan Pusat Bahasa.
Kekeliruan kamus tersebut mungkin timbul karena penyusunnya tidak faham bahasa Melayu (yang merupakan cikal bakal bahasa Indonesia).
.
Anehnya penulis sering pula menemukan pemakaian kata geming dengan benar artinya sesuai dengan pengertian masyarakat umum, tapi bertentangan dengan KBBI. Harusnya Pusat Bahasa tidak perlu ragu untuk meralat arti geming dalam KBBI itu, agar tidak membingungkan.
.
- Dalam rapat tersebut membahas rencana pengadaan alat peraga di Sekolah Dasar.
Seharusnya: Dalam rapat tersebut dibahas rencana ….dst, atau: Rapat tersebut membahas rencana ….dst.
Alasan tata bahasanya : Kata “dalam” yang mengawali kalimat menunjukkan kata rapat adalah tempat sehingga kalimat itu adalah kalimat pasif (kata kerjanya harus memakai awalan di).
.
Apabila kalimat dimulai dengan “rapat”, itu berupa pokok kalimat, maka kalimat itu adalah kalimat aktif (kk harus/boleh memakai awalan me).
.
- Para pendemo yang anarkis melempari batu kepada petugas pengamanan.
Seharusnya: Para….melempari petugas keamanan dengan batu, karena awalan me dan akhiran i pada kk lempar, menjadikannya kk transitif dimana petugas keamanan (bukan batu) yang merupakan pelengkap penderita (object).
.
- Para pendemo melemparkan polisi dengan benda-benda keras seperti batu, kayu dsb.
Seharusnya akhiran kan tidak boleh dipakai pada kalimat ini, sebab bisa berarti polisi yang dilemparkan, jelas tidak sesuai dengan maksud berita itu.
.
- Kekacauan itu menimbulkan pada kemunduran ekonomi secara nasional.
Seharusnya: Kekacauan itu menimbulkan kemunduran ekonomi secara nasional. Sebab kk menimbulkan adalah kk transitif, yang harus langsung diikuti kata benda, bukan kata depan “pada”.

Kalimat kalimat sejenis setiap hari mewarnai media cetak dan media televisi, seakan para penyiar menganggap kalimat-kalimat seperti itu telah benar karena sudah saling meniru.
Penulis masih berharap Pusat Bahasa lebih aktif mensosialisasikan tata bahasa melalui tulisan di media umum dan acara khusus di media televisi agar tidak terjadi pembusukan tata bahasa secara umum.

Pada tulisan berikut akan dijelaskan berbagai macam awalan dan akhiran disertai penggunaannya, dan dilanjutkan dengan menyusun kalimat.

Sabtu, 18 Juli 2009

Satuan dan Dimensi

I. Pendahuluan

1.1 Angka Bilangan dan Angka Satuan
Angka bilangan adalah besaran nilai sesuatu yang hanya ditunjukkan oleh suatu angka tanpa satuan dibelakangnya. Contohnya 2, 13, 70, 13500, dan sebagainya. Nilai tersebut tidak menggambarkan fisik sesuatu, hanya sekadar alat menghitung (“numerical value”) dalam ilmu hitung (Arithmatika), Aljabar ataupun Matematika.
Angka satuan adalah besaran nilai sesuatu yang sekaligus menunjukkan jenis fisik dari sesuatu. Misalnya 7 buah, 18 lembar, 25 liter, 100 watt dan sebagainya. Satuan buah, lembar, helai dan sejenisnya tidak dapat dibuatkan standar secara internasional oleh karena penyebutannya tergantung jenis barang yang dapat berbeda. Misalnya 7 buah meja, 5 buah jambu, 18 lembar kain, 18 lembar rambut . Lain halnya dengan liter, watt, meter dan sejenisnya, secara umum satuan-satuan tersebut sama dimana saja. Satuan-satuan jenis terakhir inilah yang akan dijelaskan dalam uraian-uraian selanjutnya.


1.2. Satuan Skalar dan Vektor
Angka satuan skalar adalah angka satuan yang tidak menunjukkan arah misalnya satuan panjang (meter, kilometer, mil, dan sejenisnya), satuan luas (meter persegi, hektar dan sejenisnya), satuan waktu (detik, jam, hari dansejenisnya), satuan massa dan lain-lain.
Angka satuan vektor adalah angka satuan yang selalu menuju suatu arah, misalnya satuan gaya (newton, dyne, kilogramgaya dan sejenisnya), satuan kecepatan (meter per detik, kilometer per jam dan sejenisnya) dan sebagainya. Tanpa ditentukan arahnya misalnya keatas kebawah kesamping kedepan ke utara ke timur kekanan kekiri dan sebagainya maka satuan-satuan tersebut tidak bermakna kwalitatif.
Walaupun pembahasan vektor dan skalar tidak dibicarakan lebih luas namun disini akan dibahas hal-hal yang berhubungan dengan satuan, baik yang skalar maupun yang vektor.


1.3. Bahasa yang dipakai
Secara internasional nama-nama satuan dan singkatannya selalu ditulis dalam Bahasa Inggeris. Untuk membiasakan pembaca mengenal satuan dalam mempelajari buku-buku terbitan dalam maupun luar negeri, tulisan ini akan menggunakan istilah Bahasa Indonesia apabila ada kata yang tepat dan telah terbiasa dipakai, dan menggunakan Bahasa Inggeris apabila terjemahan yang tepat belum ada. Namun untuk singkatannya ditulis dalam bentuk aslinya - dalam bahasa Inggeris - kecuali untuk penjelasannya, dipakai Bahasa Indonesia. Misalnya, time ditulis waktu, detik akan ditulis detik atau second dan singkatannya selalu ditulis s; begitu pula, length ditulis panjang, sentimeter ditulis centimeter dengan singkatan cm dan sebagainya.


1.4 Satuan dan Asal Usul nya
Untuk menyamakan ukuran-ukuran tiap satuan, para ahli internasional bersepakat mendirikan suatu lembaga yang disebut Lembaga Berat dan Ukuran Internasional yang didirikan pada tahun 1875. Kemudian pada tahun 1889 untuk pertama kali diadakan Konferensi Internasional tentang Berat dan Ukuran (La Conference International des Poids et Measures disiingkat CIPM) di sebuah kota kecil dekat Paris, Perancis. Pada waktu itu disepakati bebagai satuan sebagai ukuran asli dan duplikat dari satuan disebarkan ke negara-negara lain . Pada saat itu teknologi belum berkembang seperti setelah tahun 1950 an, sehingga saat itu unit atau satuan dibuat atau didefinisikan secara sederhana sesuai teknologi jaman itu. Contoh-contoh seperti berikut :
Satuan panjang 1 meter semula didefinisikan sebagai jarak antara dua garis halus yang ditorehkan pada lempeng emas dekat ujung-ujung sebatang logam platinum-iridium dan selanjutnya disimpan di kota Paris. Duplikatnya dibuat dan disimpan di Amerika. dan negara-negara lain . Dalam perkembangan jaman, setelah berulang kali pertemuan akhirnya pada tahun 1960 didefinisikan 1 meter adalah 1650763,73 kali panjang gelombang cahaya radiasi “orange-red” dalam media vakum yang dipancarkan oleh isotop Krypton Kr86 . Kemudian pada CGPM (Conference Generale des Poids et Mesures) tahun 1983, 1 meter didefinisikan sebagai 1/299 792 458 kali jarak tempuh cahaya (dalam satuan meter) setiap detik didalam ruang hampa (vacuum). Singkatnya 1 meter adalah nilai satuan ukuran yang didefinisikan para ahli secara internasional.
Satuan waktu 1 detik (second) semula didefinisikan sebagai 1/86.400 hari, dimana satu hari adalah waktu rotasi bumi secara rata-rata. Dalam perkembangannya, pada tahun 1967 Lembaga tersebut diatas mendefinisikan 1 second adalah 9.192.631.770 kali periode frekuensi isotop Cs133. Seperti juga meter, 1 second adalah nilai satuan ukuran yang didefinisikan para ahli secara internasional.
Seperti akan dijelaskan pada Bab II dibawah, apabila satuan massa dan waktu telah didefinisikan maka satuan gaya akan sendirinya didapat; Sebaliknya apabila satuan gaya dan waktu telah didefinisikan, maka satuan massa akan otomatis didapat . Hal ini sesuai dengan hukum Newton ke dua yang nanti akan dijelaskan.
Pada saat awal pertemuan ahli tersebut diatas dibuat masing-masing definisi untuk massa dan gaya sehingga waktu itu dipakai dua sistim pendefinisian.
Untuk sistim yang mendefinisikan massa (M), panjang (L) dan waktu (T) disebut sebagai Sistim Dinamis atau MLT sedangkan untuk sistim yang mendefinisikan gaya (F), panjang (L) dan waktu (T) dinamakan Sistim Statis atau FLT.
Satuan massa 1 kilogram(massa) atau dingkat 1 kgm semula didefinisikan sebagai massa 1 decimeter-kubik (= 1 liter) air murni pada temperatur 4 derajad C. Karena kesulitan penyimpanan, dibuatlah massa yang sama berupa silinder platinum-iridium ditetapkan sebagai unit satuan 1 kilogram(massa) dan disimpan di Paris. Duplikatnya dibuat dan disimpan di negera-negara lain yang ditentukan.
Satuan gaya 1 kilogram(gaya) disingkat 1 kgforce atau 1 kgf semula didefinisikan sebagai gaya tarik bumi terhadap massa sebesar 1 kilogram(massa) yang berada di Paris pada ketinggian permukaan laut. Oleh karena 1 kgf didasarkan gaya tarik bumi sedangkan gaya tarik bumi terhadap massa yang sama relatif berbeda ditiap tempat dibumi, maka istilah gaya berat menjadi tidak dianggap ilmiah. Pada sistim yang mendefinisikan massa, misalnya 1 kgm akan tetap nilainya dimanapun di bumi bahkan di luar angkasa..
Dengan pertimbangan tersebut, pada pertemuan Lembaga tersebut diatas pada tahun 1971 ditetapkan Satuan Internasional yang mengadopsi Sistim Dinamis (MLT) Sejak itu buku-buku fisika secara umum dan sebagian buku-buku teknik tidak lagi memperkenalkan istilah Satuan Statis, dan mulai hilang pula ukuran gaya 1 kgf dari buku-buku pelajaran. Namun dalam sehari-hari diluar pelajaran Sains, ukuran berat/gaya kgf beserta turunannya seperti metrik ton, mgf dan sebagainya tetap dipakai misalnya dalam bidang teknik dan jual-beli komoditi Hal ini akan dibahas lagi pada bagian lain dari tulisan ini.

Istilah bahasa dan singkatan untuk perkalian desimal suatu nilai ( misalnya kilo, centi, hekto, mega, giga dan sebagainya), sering dipakai dalam berbagai bidang, sehingga perlu diingat baik dalam mempelajari bahasa teknik maupun dalam perdagangan. Oleh karena sering terjadi salah pengertian tentang arti singkatan karena terkadang ada lebih dari satu kepanjangan dari suatu singkatan, maka dalam Ketentuan Dasar Sistim Internasional ditetapkan hanya satu pengertian untuk setiap satu singkatan. Singkatan penamaan itu disebut sebagai SI Prefixes seperti dimuat dalam Tabel 8.1.3. pada Bab VIII. Hal ini juga untuk mencegah adanya pemakaian singkatan yang serupa dengan nama dari suatu satuan yang ditetapkan dalam S.I.

Kucing Memakai Sorban

Kucing Memakai Sorban
Diceritakan kembali dan diperkaya berdasarkan cerita pendek dalam buku bacaan Sekolah Rakyat awal tahun 1950-an oleh Zainal Ilyas.

Tersebutlah kisah disuatu negeri antah-berantah, seekor kucing besar - sebut saja KB- suka memangsa tikus. Telah berminggu-minggu KB kelaparan sebab selama itu tidak ada tikus yang berani keluar liang karena ada berita KB sedang kumat. Dikalangan masyarakat tikus, KB telah terkenal ganas, sekali makan dua sampai tiga tikus dibantai, dalam sehari bisa 10 sampai 15 ekor tikus terbunuh.
KB berpikir keras, kenapa tak ada tikus muncul dalam waktu begitu lama. “Mungkinkah para tikus menjauh karena aku kejam pada mereka?” pikirnya. “Tak ada cara lain, aku harus mengubah penampilanku dan berpura-pura berkelakuan baik, agar aku bisa memikat mereka”, katanya dalam hati. Mulailah ia bersiap diri, kumis dan jenggotnya dibersihkan pakai air wangi-wangian, dan sehelai sorban dililitkannya dikepalanya. Berjalanlah ia menuju masjid terdekat. Didepan pintu masjid digantungkannya sebuah spanduk yang bertuliskan: “Haram hukumnya bagi semua makhluk untuk berkelahi atau membunuh didalam masjid” dan diberinya catatan tambahan “Kiamat sudah dekat!” Mulailah KB berzikir dan bertasbih dengan suara keras, berjam-jam sepanjang malam bahkan sampai matahari terbit: “Allahuakbar….., Subhanallah….”. Setelah beristirahat secukupnya, siangnya zikir dan tasbih dilanjutkannya bahkan dengan suara yang lebih keras, lagi dan lagi terus-terusan!
Alkisah terjadilah kegemparan dalam masyarakat tikus. Apa gerangan yang terjadi di luar sana, kenapa suara zikir dan tasbih tiada henti. Berundinglah para tikus untuk melakukan peninjauan ke pusat kedatangan suara. Seekor tikus pemberani, lincah dan agak besar akhirnya diutus untuk meninjau keadaan. Dengan mengendap-endap, sang tikus mendekati masjid. Didepan pintu ia terperanjat, “hari kiamat sudah dekat?” pikirnya. Ia mengintip kedalam dan terlihat KB memakai sorban sedang asyik berzikir dan bertasbih. Oleh karena ada tulisan bahwa dalam masjid tak boleh ada pembunuhan, ia memberanikan diri masuk masjid dan dalam jarak yang dianggapnya aman ia memberi salam: “Assalamualaikum… ”. KB tanpa berpaling berhenti sebentar berzikir dan membalas: “Mualaikum salam…”. Sang tikus penasaran, mohon minta bicara sebentar dan KB menyetujuinya, membalikkan badan dan sambil memegang tasbih menjawab pertanyaan-pertanyaan sang tikus. “Apakah benar hari akan segera kiamat, tuan?” Dijawab KB:”Tentu saja, kalau tidak masa saya dari kemarin tekun begini”. “Tapi tuan, darimana tuan tahu hal itu?” “Baru baru ini saya jalan-jalan keatas bukit sana dan melihat dari puncak bukit ada rombongan sangat besar berjalan menuju arah barat. Ketika saya tanyakan pada salah seorang dari mereka, mereka bilang mereka sedang menuju kaki sorga. Katanya mereka harus mencapai kaki sorga itu sebelum kiamat datang. Karena saya tak mungkin jalan sendirian kesana, akhirnya saya putuskan bertaubat saja” sahut KB. “Dan saya berniat jadi vegetarian, tidak akan makan daging lagi”, lanjutnya.
“Seandainya masyarakat kami mendengar berita ini, besar kemungkinan mereka ingin juga menuju kesana, tapi arahnya kemana tuan? Maukah tuan jadi penujuk jalan kami?” ujar sang tikus. “Dengan senang hati! Untuk mencegah jangan sampai ada yang menggangu kalian, semua harus berkumpul pagi-pagi besok, berbaris satu-satu, berjalan didepanku. Bila harus belok kanan saya bunyikan pluit satu kali, bila harus belok kiri saya bunyikan pluit dua kali”, jawab KB berbunga-bunga. Akhir kata, sang tikus sebagai duta menyetujui usul itu dan membahasnya dalam rapat besar masyarakat tikus. Sebagian besar tikus sepakat mencari kaki sorga agar terhindar dari azab, namun sebagian kecil masih bertanya-tanya dalam hati. Namun akhirnya semua setuju juga. “Kalau KB macam-macam kan bisa dikroyok rame-rame”, fikirnya.
Keesokan harinya berkumpullah semua tikus, tua muda besar kecil, yang tua datang bertongkat, yang buta datang dituntun. KB menyuruh sang duta mengatur barisan, tikus yang besar-besar paling depan, makin kebelakang makin kecil dan paling belakang adalah sang KB.
Berjalan berbaris satu-satu, berliku naik dan turun bukit menuju kaki sorga, begitulah tekadnya. Namun air liur KB yang ditahan dari pagi, mulai tak tertahan lagi karena lapar terus menderanya. Mulailah tanpa suara, tikus kecil didepannya dilahap satu. Taka ada yang tahu, rombongan terus jalan, terkadang pluit dibunyikan satu kali oleh KB sebagai pertanda belok kanan, kadang dibunyikan dua kali sebagai tanda belok kiri. Dan KB makin asyik. Habis melahap satu tikus kecil bukan agak kenyang, tapi malah menambah nafsu makannya. Giliran berikut dilahap, tak ada suara. Begitulah berturut-turut menjelang sore, sudah lebih dari dua puluh ekor tikus kecil yang disantap, KB masih belum kenyang. Ia berharap mendapatkan tikus yang agak besar didepannya, berdaging gempal dan pasti gurih. Namun apa dinyana. Tikus muda itu menjerit waktu dicaplok oleh KB! Suasana jadi riuh. Barisan porak poranda. Tanpa dikomando para tikus manyerbu KB. Dengan perut terasa berat KB berusaha lari, dikejar dan digigit oleh para tikus, beramai-ramai membalas kecurangan KB. Akhirnya KB tak tahan lagi, ia lari ke pinggir jurang dan melompat kebawah, dan lepaslah ia dari serangan tikus, namun didalam jurang ia hanya menunggu kematian karena cedera yang amat parah.

Catatan penulis : Berhati-hatilah, jaman sekarang ada saja orang berperilaku kucing bersorban.

Rabu, 15 Juli 2009

Satuan dan Dimensi

Kata Pengantar
Dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan pendidikan, dalam lingkungan pekerjaan teknik dan bisnis maupun dalam interaksi antar masyarakat, orang sering lupa tentang satuan-ukuran dan dimensi. Padahal kekeliruan dalam menyebutkan atau menuliskan satuan maupun dimensi dapat menimbulkan kesalahan dalam perhitungan teknik maupun bisnis. Kadangkala kekeliruan ini timbul karena kerancuan berfikir akibat kurangnya pemahaman tentang satuan dan dimensi. Sering masyarakat umum tidak cermat dengan istilah-istilah yang dipakai menyangkut satuan ukuran dalam penetapan harga jual suatu produk dalam bidang agraria dan pertanahan, energy, barang tambang, cairan kimia dan sebagainya.
Berdasarkan pengamatan penulis, kekurang-fahaman tentang satuan-ukuran dan dimensi ini bukan hanya dialami oleh masyarakat umum, tetapi oleh hampir semua tingkatan pendidikan masyarakat. Banyak lulusan Sekolah Menengah, bahkan banyak lulusan Perguruan Tinggi Teknik yang belum faham satuan-ukuran dan dimensi secara umum. Kenyataannya di setiap buku pendidikan ilmu dasar seperti fisika dan kimia, baik untuk Sekolah Menengah maupun Pendidikan Tinggi selalu ada uraian tentang satuan dan dimensi.
Salah satu penyebab kurangnya pemahaman tentang satuan dan dimensi ini terletak pada ketiadaan buku pelajaran khusus yang membahas satuan dan dimensi secara terpadu baik dalam suatu disiplin ilmu apalagi antar disiplin yang masih berkaitan. Buku-buku ilmu dasar pada mata pelajaran fisika baik untuk Sekolah Menengah maupun Pendidikan Tinggi selalu menerangkan satuan dan dimensi secara umum namun tidak berkesinambungan dengan ilmu terkait sehingga gampang terlupakan. Pembahasan lebih terpusat pada menurunkan dan menampilkan formula-formula matematika dan bentuk diferensial-integral, meminimumkan uraian tentang satuan, dan terkadang hanya menyisipkan satuan dalam bentuk tabel di appendix buku. Selain itu buku pelajaran hanya hanya memberikan nilai satuan Sistim Internasional (SI), sedang dalam sehari-hari, sistim diluar SI masih sangat banyak dipakai dan akan sangat lama untuk hilang sama sekali. Berbagai jenis satuan antar disiplin ilmu sering dipergunakan, baik dalam perdagangan maupun dalam perhitungan teknik.
Ilustrasi berikut berikut menggambarkan pola pikir yang tidak konsiten, membingungkan, tidak taat azas dan kadangkala terasa lucu, walau tidak seluruhnya salah, namun tidak informatif:
"Harga jual gas alam dari lapangan Natuna disepakati US$ 3.00 per MMBtu", pernyataan seorang Pejabat dalam suatu berita media. Komentar (Pen.) : Cara penulisan satuan keliru!
"Produksi minyak (mentah-Pen.) kita kurang dari 1 juta barrel sehari, padahal kita mengimpor BBM rata-rata lebih dari 150.000 kiloliter per hari", pernyataan seorang Pejabat Tinggi dalam suatu acara TV. Komentar (Pen.) : Satuan-satuan dinyatakan tidak konsisten, membingungkan kecuali untuk orang yang mengerti dan kebetulan sedang memegang kalkulator, tidak informatif.
Dan sangat banyak tulisan di media cetak, termasuk uraian dalam berita TV yang salah dalam menyatakan satuan, misalnya dipakai satuan panjang untuk ukuran luas, satuan luas untuk ukuran volume, satuan gaya untuk tekanan dan sebagainya.
Tulisan ini dibuat untuk membantu pemahaman bagi mereka yang bekerja dalam bidang teknik, perdagangan dan industri, dan juga untuk membantu pelajar, mahasiswa maupun masyrakat umum yang berminat untuk mengerti arti dan fungsi dari satuan dan dimensi. Penulis ingin menjelaskan secara sistematis dasar-dasar terciptanya satuan dan dimensi, hubungan satuan teknik dengan satuan fisika, Sistim Satuan Internasional dan Sistim Satuan Inggeris/USA.
Tulisan ini akan dibuat secara bersambung dalam kategori Teknik dan Sains dalam blog ini.

Selasa, 14 Juli 2009

Berbahasa Dengan Tertib

Pendahuluan
Berbahasa adalah salah satu cara berkomunikasi antar anggota masyarakat untuk untuk menyampaikan buah pikiran dan kehendak dari seseorang kepada orang lain atau kelompok. Menyedihkan sekali apabila seseorang dalam berbicara mencampurkan kosakata asing ke dalam bahasa Indonesia namun pemakaiannya salah apalagi bila yang mengeluarkan kalimat itu pejabat bahkan pejabat tinggi negara.
.
Coba simak kalimat yang sering diucapkan pejabat: "Saya tetap komitmen memperjuangkan bla bla bla." Atau kalimat: "Pemerintah komitmen memberantas korupsi".
Yang berbicara sudah pasti tidak tahu tatabahasa dan pasti tidak tahu arti kata asli "commitment" , tapi gagah-gagahan mencampurkan kosakata ex bahasa Inggeris kedalam kalimatnya.
Kata asli nya dalam bahasa Inggeris to commit adalah kata kerja. Bila dipakai sebagai kata benda, ia berubah menjadi commitment. Bila dipakai sebagai kata sifat maka bentuknya menjadi bentuk past-tence yaitu commited.
Nah, dalam contoh kalimat pertama diatas, kata komitmen dipakai sebagai kata sifat, jadi bila di indonesiakan seharusnya : "Saya tetap kommited memperjuangkan bla bla bla" atau kalaupun akan dipakai bentuk kata benda komitmen, boleh juga "Saya tetap berkomitmen memperjuangkan bla bla bla."
Pada contoh kalimat kedua diatas, kata komitmen dipakai sebagai kata kerja, jadi bila diindonesiakan seharusnya: "Pemerintah kommit untuk memberantas korupsi".
.
Tentu saja penyampaian bahasa harus mudah dimengerti dan efektif, sehingga pendengar mengerti dengan jelas maksud yang berbicara atau yang menulis, dengan menghindari pemakaian kosakata dan kalimat yang membingungkan. Itulah gunanya tertib berbahasa yang sehari-hari disebut tata bahasa .
.
Banyak orang tidak mau memahami dan mempelajari tata bahasa karena dianggap rumit dan ketidak- sukaan kepada hal formal. Padahal memahami tata bahasa tidaklah sulit, dan terlebih penting lagi apabila seseorang tidak memahami dasar tata bahasa Indonesia, hampir tidak mungkin orang tersebut mengerti dengan baik pelajaran bahasa asing seperti bahasa Inggeris, bahasa Belanda, dan sebagainya.

Mungkin "bahasa koran" dapat difahami apabila ditulis dengan singkat tanpa tata bahasa, namun dalam kalimat pemberitaannya, aturan/tata bahasa tetap sangat mempengaruhi pengertian pembaca. Sangat sering penulis menemukan kesalahan pemakaian kata, kesalahan pemakaian awalan ataupun akhiran, sehingga maksud yang diinginkan penulisnya berbeda dengan pengertian pembaca.
.
Telah lama penulis yang notabenenya tak menyandang gelar ahli bahasa secara akademis, menunggu ada himbauan dari Pusat Bahasa untuk mencegah terjadinya pembusukan tata bahasa seperti itu, namun itu tak kunjung datang. Bahkan pelajaran bahasa Indonesia di sekolah SD, SMP sampai SMA hanya sibuk dengan pelajaran menghafal istilah-istilah sastra. Anak lulusan SMA hanya mahir menyebut arti istilah-istilah sastra namun secara umum tidak mengerti tata bahasa. Sering mereka tidak bisa menyusun kalimat dengan baik dan benar.
.
Dan akibatnya banyak yang sulit belajar bahasa asing, khususnya bahasa Inggeris. Mereka hanya dapat menghafal kalimat-kalimat bahasa Inggeris seadanya dari buku-buku di tempat kursus, namun tidak faham bagaimana membuat kalimat sendiri dengan tata bahasa dari bahasa Inggeris (English Structure) karena tata bahasa Indonesia (sepertinya) tak dipelajari.
.
Sebagai pribadi saya ingin membagi pengetahuan kepada siapa saja yang membaca tulisan ini. Secara bertahap pada kategori Bahasa dalam blog saya ini akan saya tulis dasar-dasar tata bahasa Bahasa Indonesia.
.
Akan terlihat tata bahasa tidaklah rumit, dan sangat bermanfaat untuk komunikasi yang efektif dan benar termasuk mempelajari tata bahasa Bahasa Inggeris.