Selasa, 28 Juli 2009

Dasar-Dasar Tata Bahasa-Bahasa Indonesia

2. Awalan dan akhiran
Dalam bahasa Indonesia, hampir semua jenis kata dapat diberi awalan saja, awalan dan akhiran, atau akhiran saja. Ada berbagai macam awalan yaitu ber-di-ke-me-pe-per-ter. Dan berbagai macam akhiran yaitu an-i-kan. Arti serta kegunaan awalan dan akhiran tersebut adalah sebagai berikut:
.
Akhiran an
Akhiran an pada umumnya dipakai untuk:
- Mengubah kata selain kata benda menjadi kata benda atau kata yang dibendakan (sumbangan, tiupan, cairan, kuningan).
- Membentuk kata benda menjadi kumpulan benda (lautan, durian).
.
Awalan ber
Apabila awalan ber dipakai membentuk kata sifat yang menerangkan sebutan (predikat) maka kalimat harus menjadi kalimat aktif artinya pokok kalimat melakukan kerja sesuai kerja yang dimaksud oleh predikat pada kalimat.
Apabila dipakai untuk membentuk kata kerja, tentu saja tak boleh ada dua predikat, sehingga tak mungkin menambahkan kata kerja berawalan di atau me.
Oleh karena itu pemakaian kata ber… yang membentuk kata sifat harus diikuti awalan me, bukan awalan di.
“Pencuri berhasil meloloskan diri”. Kalimat ini benar sebab berhasil adalah kata sifat.
“Pencuri berhasil ditangkap polisi”. Kalimat ini salah, karena yang berhasil adalah polisi.
Harusnya: “Polisi behasil menangkap pencuri”.
“Petani itu berteduh di dangau”. Kalimat ini benar, karena di disini bukan awalan tetapi kata depan (preposisi).
Pemakaian awalan ber menghilangkan huruf r pada kata yang dimulai dengan huruf r, kecuali untuk kata yang berasal dari bahasa asing (beragam, beratus, berrisiko).
.
Awalan ber pada umumnya dipakai untuk:
- Membentuk kata memiliki: berminyak, berduri.
- Membentuk kata kerja intransitif dari kata (kk, kkead, ksf): berteduh, bermalam, bersujud.
- Membentuk kata (kkead, ksf) dari kata bilangan: berdua, berenam.
- Menunjukkan banyak untuk kata (kkead, ksf): beragam, bermacam.
- Membentuk kata (kkead, ksf) dari kata benda: berrisiko, berduri, berbuah, berlutut.
- Membentuk kata kerja intransititif dimana penderita (objek) harus didahului kata depan dengan atau dari: bergulat dengan, berasal dari.
.
Awalan ber dengan akhiran an
Imbuhan ber--an pada umumnya dipakai untuk:
- Membentuk kata kerja intransitif yang menunjukkan saling melakukan dari kk intransitif dimana penderita (objek) harus didahului kata depan dengan atau pada: berpelukan dengan, bergandengan dengan, bergantungan pada.
.
Awalan di
Awalan di pada umumnya dipakai untuk:
- Membentuk kata kerja intransitif: dipukul, disapu.
- Membentuk kalimat pasif (lihat pasal Membentuk Kalimat): Ia dibawa ke rumah sakit.
.
Akhiran i
Akhiran i pada umumnya dipakai bersama dengan awalan ber, awalan me, awalan di atau awalan per seperti akan dijelaskan dibawah nanti. Apabila akhiran i dipakai pada suatu kata kerja tanpa awalan ber, me, di atau per, berarti kalimat yang dibentuk adalah kalimat perintah dan kata kerjanya menjadi transitif:
"Awali karirmu dari bawah!"
"Jalani hidup ini dengan kepasrahan!"
.
Akhiran kan
Akhiran kan pada umumnya dipakai bersama dengan awalan ber, awalan di, awalan me, atau awalan per seperti akan dijelaskan dibawah nanti. Apabila akhiran kan dipakai pada suatu kata kerja tanpa awalan ber, me, di atau per, berarti kalimat yang dibentuk adalah kalimat perintah dan kata kerjanya menjadi transitif:
“Jalankan saja perintah itu dengan baik!”
“Sajikan nasi dengan lauk pauknya yang enak”.
.
Awalan ber dengan akhiran kan
Pasangan ber--kan pada umumnya dipakai untuk:
- Membentuk kata kerja transitif dari kata apa saja (kb, kk, kkead, ksf) akan tetapi kalimat yang dibentuk adalah kalimat pasif:
“Mahkota itu bertatahkan berlian”. Terlihat, walaupun kata kerja bertatahkan adalah transitif (diikuti oleh kata benda sebagai objek), namun pokok kalimat tidak melakukan keja tatah, jadi kalimat itu pasif.
Kalimat itu bisa diubah: “Mahkota itu ditatahi berlian”. Ini jelas kalimat pasif.

Awalan di dengan akhiran i
Pasangan di--i pada umumnya dipakai untukmembentuk kalimat pasif, dimana kata kerja yang diberi awalan/akhiran di-- i akan menjadi kata kerja transitif/intransitif dan umumnya diikuti kata depan oleh namun sering dihilangkan:
“Wilayah itu telah diduduki (oleh) Israel sejak tahun 1967”.
“Tsunami pada umumnya didahului oleh gempa yang dahsyat”.
.
Awalan di dengan akhiran kan
Pasangan di--kan pada umumnya dipakai untuk:
- Membentuk kalimat pasif atau membentuk kata kerja intransitif. Kata kerjanya biasanya diikuti oleh kata depan oleh, ke, kedalam, pada/kepada, namun kadang-kadang boleh dihilangkan:
“Perannya digantikan oleh pemain yang lebih cekatan”.
“Biaya perbaikan itu tak bisa dibebankan kepadanya”.
- Membentuk kata kerja yang pelaku dari “kerja” menyebabkan objeknya yang bergerak.
“Wanita itu dinikahkan (oleh) ayahnya dengan pemuda idamannya”. Jelas yang nikah adalah wanita itu, ayahnya menyebabkan objeknya (wanita itu) melakukan “kerja” nikah, sedangkan ayahnya tidak nikah (=menikahkan).
Bandingkan dengan kalimat: “Wanita itu dinikahi (oleh) ayah pemuda itu.”. Disini akhiran i menggantikan akhiran kan yang menyatakan pelaku “kerja” melakukan kerja nikah atas objeknya, artinya ayah pemuda itu melakukan kerja nikah pada objeknya (=menikahi).

Coba perhatikan kalimat: “Kecelakaan itu tak bisa dihindarkan (oleh sopir)”. Kalimat ini menggambarkan seolah-olah kecelakaan telah ada (exist), dan sopir tak bisa mengatur objeknya (kecelakaan) melakukan kerja hindar. Jelas kalimat ini salah secara tata bahasa.
Coba ubah kalimat itu: “Kecelakaan itu tak bisa dihindari (oleh sopir)”. Dalam kalimat ini sopir yang (berusaha) melakukan kerja hindar atas kecelakaan yang belum ada, tetapi sopir tak bisa melakukannya. Jadi kalimat yang betul adalah yang terakhir ini.
.
Awalan ke
Hanya ada tiga kata yang dibentuk dengan awalan ke tanpa akhiran an yaitu: ketua, kekasih, kehendak. Fungsi awalan ke disini membentuk kata benda dari kata keadaan.
.
Awalan ke dengan akhiran an
Pasangan ke-- an umumnya dipakai untuk:
- Membentuk kata selain kata benda menjadi kata yang dibendakan: kemauan, keamanan.
- Apabila dibentuk dari kata keadaan, maka pasangan ke--an dipakai untuk menyatakan “dalam keadaan” : kesakitan, kelelahan, kesedihan.
.
Awalan me
Dalam pemakaiannya awalan me dapat berubah bentuk menjadi:
mem’ bila kata dasarnya dimulai dengan huruf b (bentuk-membentuk) atau bila kata dasarnya dimulai dengan huruf p, huruf awal dihilangkan (pukul-memukul), atau bila mendahului awalan per (perlama-memperlama)
meny’ bila kata dasarnya dimulai dengan huruf s, huruf awal dihilangkan kecuali untuk kata dasar yang berasal dari bahasa asing, huruf s tidak hilang, dan awalan me menjadi men (sempit-menyempit, sosialisasi-mensosialisasi).
meng’ bila kata dasarnya dimulai dengan huruf k, huruf awal dihilangkan kecuali untuk kata dasar yang berasal dari bahasa asing, huruf k tidak hilang, atau bila kata dasarnya dimulai dengan huruf g (kabut-mengabut, kreasi-mengkreasi, ganggu-mengganggu) dan bila kata dasarnya dimulai dengan huruf h (hilang-menghilang, hapus-menghapus).
men’ bila kata dasarnya dimulai dengan huruf c (cakar-mencakar), kata dasar dimulai dengan huruf d (dasar-mendasar), kata dasar dimulai dengan huruf t, huruf awal hilang (takar-menakar).

Awalan me pada umumnya dipakai untuk:
- Mengubah kata yang bukan kata kerja menjadi kata kerja: melaut, membesar.
- Mengubah kata kerja intransitif menjadi kk transitif: menulis, membuang, merangkai.
- Membentuk kalimat aktif, artinya pokok kalimat melakukan kerja dari sebutan/predikat.
- Membentuk kata benda atau kata kerja menjadi kata sifat: membubung, mendengar.
.
Awalan me dengan akhiran i
Pasangan me--i pada umumnya dipakai untuk:
- Membentuk kata kerja transitif dari kata apa saja, dengan pengertian pokok kalimat melakukan kerja atas objeknya:
“Ia mendahului pelari didepannya” , artinya ia melakukan “kerja” dahulu. “Ia menikmati masa tuanya”, artinya ia melakukan “kerja” nikmat.
“Ia memaklumi kesulitan yang dihadapi para guru”, artinya ia melakukan “kerja” maklum. Ingat bahwa dahulu, nikmat dan maklum aslinya bukanlah kata kerja. Perlu diingat bahwa tidak semua kata bisa beri pasangan me--i, itu tergantung dari kata aslinya.
- Menunjukkan suatu pekerjaan dilakukan berulang kali:
“Ia menangisi kepergian ibunya”, artinya berulangkali menangis.
“Ia memukuli penjahat itu dengan gagang sapu”, artinya ia memukul lebih dari satu kali.
.
Awalan me dengan akhiran kan
Pasangan me--kan umumnya dipakai untuk:
- Membentuk kata kerja transitif dari kata apa saja, dengan pengertian pokok kalimat melakukan kerja atas objeknya:
“Ia merelakan semua uangnya untuk disumbangkan”, artinya ia melakukan “kerja” rela.
“Ia menciptakan robot pekerja”, artinya ia melakukan “kerja” cipta.
- Berbeda dengan pasangan me--i, pokok kalimat pada pasangan me--kan tidak selalu melakukan kerja pada objeknya tetapi menyebabkan objeknya melakukan “kerja”, misalnya:
“Ia menghindarkan makanan itu dari penglihatan orang yang sedang puasa”, artinya yang terhindar adalah makanan itu.
“Ia menghindari makanan berlemak”, artinya yang terhindar adalah ia (pokok kalimat).
.
Awalan pe
Dalam pemakaiannya awalan pe dapat berubah bentuk menjadi:
pem’ bila kata dasarnya dimulai dengan huruf b (bina-pembina, buru-pemburu) atau bila kata dasarnya dimulai dengan huruf p, maka huruf p dihilangkan (pemicu, pemahat).
peng’ bila kata dasarnya dimulai dengan huruf g, h, atau l (penggila, penghasil, penglihatan), atau bila kata dasarnya dimulai dengan huruf k, maka huruf k dihilangkan (kirim-pengirim, kunci-pengunci).
pen’ bila kata dasarnya dimulai dengan huruf c, d, atau j (pencatat, pendaki, penjahat), atau bila kata dasarnya dimulai dengan huruf t, maka huruf t dihilangkan (peniru, penari).
peny’ bila kata dasarnya dimulai dengan huruf s, dimana huruf s dihilangkan (sakit-penyakit, sunting-penyunting, sambung-penyambung).
Awalan pe pada umumnya dipakai untuk:
- Menunjukkan orang yang melakukan kerja atau mempunyai keahlian kerja yang disebutkan (pencatat, pemikir, peniru, petinju dsb).
.
Awalan pe dengan akhiran an
Pasangan pe--an pada umumnya dipakai untuk:
- Mengubah kata selain kata benda menjadi kata benda atau yang dibendakan (pelarian, pemukiman, penjelasan).
.
Awalan per
Awalan per pada umumnya dipakai bersamaan dengan akhiran an atau kan, atau awalan me. Apabila awalan per dipakai tanpa tambahan-tambahan tersebut maka kalimat yang dibentuk adalah kalimat perintah dimana kata kerjanya bisa transitif, bisa juga intransitif misalnya:
“Coba perjelas!”
“Jangan (mem)perburuk situasi”. Kata kerja yang diberi awalan per ini bisa jadi transitif, bisa juga intransitif.
.
Pasangan memper-- dipakai untuk:
- Membentuk kata kerja transitif dari kata yang bukan kata kerja (kb, kkead, ksf): (memperbudak, memperluas, memperbanyak, memperkuat).
.
Awalan per dengan akhiran an
Pasangan per--an pada umumnya dipakai untuk:
- Menunjukkan tempat kumpulan kegiatan (pertambangan, perkapalan, pertandingan).
- Membentuk kata benda atau yang dibendakan dari kata selain kata benda (perselisihan, persatuan, perkataan, perkiraan).
.
Awalan per dengan akhiran i
Pasangan per--i pada umumnya dipakai bersama dengan awalan me. Apabila pasangan per--i dipakai tanpa awalan me, biasanya kalimat yang dibentuk adalah kalimat perintah dimana kata kerjanya menjadi transitif misalnya:
“Jangan lupa perbaiki motor itu!”
Pasangan memper--i pada umumnya dipakai untuk:
- Membentuk kata kerja transitif dari kata yang bukan kata kerja (kkead, ksf, kbil): (memperbaiki, mempersakiti, mempertigai).
.
Awalan per dengan akhiran kan
Pasangan per--kan pada umumnya dipakai untuk:
- Membentuk kata kerja transitif dari kata yang bukan kata kerja: (pertahankan, persembahkan, perhitungkan).
.
Awalan ter
Ada empat macam pemakaian awalan ter
-Awalan ter yang dipakai untuk menunjukkan tingkat tertinggi dari suatu kata keadaan atau kata sifat. Pengertian kata keadaan atau kata sifat dibuat tingkatan misalnya:
pandai-lebih pandai-terpandai, tinggi-lebih tinggi-tertinggi.
Dalam bahasa Inggeris disebut “degree of comparison”, misalnya: good-better-best, high-higher-highest.
- Awalan ter yang mengubah kata kerja menjadi kata sifat: termenung, tercengang.
- Awalan ter yang menunjukkan suatu kata kerja berlangsung tanpa sengaja: terbangun, tertimbun, terpukul
- Awalan ter yang menunjukkan suatu kata kerja dapat/sanggup dilakukan: tersentuh.
.
Awalan ter dengan akhiran kan
Pasangan ter--kan pada umumnya sama saja dengan awalan ter, namun bedanya, pokok kalimat merupakan penderita (object) dari kata kerjanya:
“Juara itu akhirnya terkalahkan juga oleh penantangnya”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar