Rabu, 22 Juli 2009

Dasar-Dasar Tata Bahasa –Bahasa Indonesia

1. Mengenal Jenis Kata
Ada beberapa jenis kata : kata benda-kb. (noun-n.), kata kerja-kk. (verb-v.), kata keadaan-kkead. (adjective-adj.), kata keterangan/sifat-ksf. (adverb-adv.), kata ganti-kgt. (pronoun-pron.), kata bilangan-kbil. (numeral-num.), kata sambung-ksmb. (conjunction-conj.), kata sandang-ksdg (article-art.), kata tanya-ktny (interrogative pronoun-int.pron), kata depan-kdpn (preposition-prep) dan kata seru-ksr (interjection-interj).
.
Kata Benda
Dibedakan kata benda asli dengan kata yang dibendakan (dibentuk dari kata lain).
Contoh kata benda asli: meja, kunci, ayam, sabun dan sebagainya.
Contoh kata yang dibendakan : rangkaian, pelanggaran, kecelakaan, dan sebagainya.
Pembentukan kata yang dibendakan akan dijelaskan pada pasal mengenai awalan dan akhiran pada tulisan berikut.
.
Kata Kerja
Ada tiga jenis kata kerja: kk transitif-trans. (transitive v-trans.v), kk intransitif/intransitif (intransitive v-intrans.v), dan kk trans./intrans. (trans./intrans.v).
Transitif adalah sifat kata kerja yang mengharuskan suatau kata benda atau yang dibendakan berada langsung dibelakang kata kerja itu.
Intransitif tidak mengharuskan kata benda atau yang dibendakan dibelakangnya. Transitif/intransitif boleh diikuti kata benda, boleh juga tidak diikuti kata benda dibelakang kata kerja tersebut.
.
Kata Keadaan
Kata keadaan adalah kata yang menerangkan kata benda.
Contoh :
rumah putih – putih adalah kata keadaan yang menerangkan kata benda rumah
tarian sunda – sunda adalah kata keadaan yang menerangkan kata benda tarian.
Ada dua hal yang dapat dicatat bahwa:
- Kata keadaan dapat berasal dari jenis kata asli apa saja, baik kb, kk atau jenis kata lain.
- Berlaku hukum DM: kata yang menerangkan berada sesudah kata yang diterangkan.
.
Kata Keterangan/Sifat
Kata keterangan/sifat adalah kata yang menerangkan kata selain kata benda.
Contoh :
berlari cepat – cepat adalah kata sifat yang menerangkan kata kerja berlari;
biru muda - muda adalah kata sifat yang menerangkan kata keadaan biru;
lompat galah, renang kupu-kupu, selancar angin dan sebagainya.
.
Dapat dicatat hal-hal sebagai berikut:
- Kata keterangan/sifat dapat berasal dari kata asli apa saja, baik kb, atau jenis kata lain.
- Kata keterangan/sifat dapat dibentuk dari kk tertentu (tidak semuanya) dengan memberi awalan me dan akhiran kan , misalnya mengagumkan, memilukan, adalah kata sifat, misalnya : “Akrobat itu mengagumkan” dimana kata sifatnya dibentuk dari kata kerja kagum atau “Tangisan anak itu memilukan” dimana kata sifatnya dibentuk dari kata keadaan pilu.
.
Perlu diingat bahwa awalan me dan akhiran kan pada awalnya adalah pembentukan kk transitif dari kk intransitif, seperti akan dijelaskan pada pasal “Menyusun Kalimat”.
Akibat pengaruh Bahasa Inggeris dimana hampir semua kata kerja dapat diubah menjadi kata sifat, sering pemakaian bahasa tidak teliti, menganggap semua kata kerja dalam Bahasa Indonesia juga dapat diubah menjadi kata sifat misal kalimat: “Usaha ritel buku itu menjanjikan”. Jelas ini tidak tepat, karena menjanjikan adalah kk transitif yang harus diikuti kata benda misalnya keuntungan.
- Berlaku hukum DM: seperti penjelasan diatas.
.
Kata Ganti
Dibedakan dua macam kata ganti:
- Kata ganti orang: aku, saya, dinamakan sebagai kata ganti orang pertama tunggal; kita, kami, dinamakan sebagai kata ganti orang pertama jamak; Anda, kau, kamu, dinamakan sebagai kata ganti orang kedua tunggal; kamu, kalian, dinamakan sebagai kata ganti orsng kedua jamak; dia, ia dinamakan sebagai kata ganti orang ketiga tunggal; mereka, dinamakan sebagai kata ganti orang ketiga jamak.
.
Bentuk memiliki (possessive) dari kata ganti orang dalam Bahasa Indonesia hampir tidak berubah dari bentuk awal, misalnya sepedaku, sepeda saya, sepedamu, sepeda kamu, sepeda Anda, sepeda kalian, sepedanya, sepeda mereka.

Begitu juga bentuk penderita(objek): memukulku, memukulmu, memukul saya dsb.
.
Dalam Bahasa Inggeris, kata ganti orang selalu berubah bentuk bila dipakai sebagai possessive dan sebagai object, seperti berikut :
I menjadi my (possessive), me (object), mine (possessive).
You menjadi your (possessive), you (object), yours (possessive).
He menjadi his (possessive), him (object), his (possessive).
She menjadi her (possessive), her (object), hers (possessive).
They menjadi their (possesive), them (object), theirs (possessive).
- Kata ganti bukan orang: itu, ini baik sebagai bentuk tunggal maupun bentuk jamak.
.
Kata Bilangan
Kata bilangan ada dua jenis: terhitung dan tak terhitung.
Kata bilangan terhitung misalnya: nol, tiga, sepuluh, sejuta lima ratus enam puluh dsb.
Kata bilangan tak terhitung misalnya: banyak, semua, seluruh(nya), sedikit dsb.
.
Kata Sambung
Contoh kata sambung: dan, dengan, bila, bahwa, kalau, apabila, andai, umpama.
Kata sambung dapat menghubungkan dua kata, dapat pula menghubungkan dua kalimat.
.
Kata Sandang
Contoh kata sandang: si, sang, hang, dang.
.
Kata Tanya
Contoh kata tanya: apa, siapa, berapa, bagaimana, dimana, kenapa.
.
Kata Depan
Contoh kata depan: didalam, diatas, pada, diluar, disamping, dimuka, dibelakang.
.
Kata Seru
Contoh kata seru: hai, oh, hallo, aduh.

Contoh-contoh kalimat yang tidak sesuai dengan tata bahasa.
Pemakaian kosakata yang tidak semestinya berikut ini, sering muncul di media cetak atau televisi:
.
- Untuk menghindarkan kecelakaan, ia membelokkan stir ke kiri.
Seharusnya: Untuk menghindari kecelakaan, ….dst, sebab bila kecelakaan dihindarkan, berarti kecelakaan ada dan dipindah ketempat lain.
.
- Asap kebakaran membumbung tinggi keangkasa.
Seharusnya: Asap kebakaran membubung … dst, sebab berasal dari kata bubung, yaitu bagian paling tinggi dari rumah.
.
- Walaupun diancam dengan senjata tajam, ia tetap bergeming.
Seharusnya: ...., ia tetap tidak bergeming, sebab kata geming berasal dari akar kata bahasa Melayu gamang yang berarti takut (jatuh).
Dalam hal ini pernah terjadi polemik di koran Kompas, karena ada pembaca yang ingin mengkoreksi kalimat seperti itu, tetapi Kompas beralasan terjemahan kata geming telah sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) yang dikeluarkan Pusat Bahasa.
Kekeliruan kamus tersebut mungkin timbul karena penyusunnya tidak faham bahasa Melayu (yang merupakan cikal bakal bahasa Indonesia).
.
Anehnya penulis sering pula menemukan pemakaian kata geming dengan benar artinya sesuai dengan pengertian masyarakat umum, tapi bertentangan dengan KBBI. Harusnya Pusat Bahasa tidak perlu ragu untuk meralat arti geming dalam KBBI itu, agar tidak membingungkan.
.
- Dalam rapat tersebut membahas rencana pengadaan alat peraga di Sekolah Dasar.
Seharusnya: Dalam rapat tersebut dibahas rencana ….dst, atau: Rapat tersebut membahas rencana ….dst.
Alasan tata bahasanya : Kata “dalam” yang mengawali kalimat menunjukkan kata rapat adalah tempat sehingga kalimat itu adalah kalimat pasif (kata kerjanya harus memakai awalan di).
.
Apabila kalimat dimulai dengan “rapat”, itu berupa pokok kalimat, maka kalimat itu adalah kalimat aktif (kk harus/boleh memakai awalan me).
.
- Para pendemo yang anarkis melempari batu kepada petugas pengamanan.
Seharusnya: Para….melempari petugas keamanan dengan batu, karena awalan me dan akhiran i pada kk lempar, menjadikannya kk transitif dimana petugas keamanan (bukan batu) yang merupakan pelengkap penderita (object).
.
- Para pendemo melemparkan polisi dengan benda-benda keras seperti batu, kayu dsb.
Seharusnya akhiran kan tidak boleh dipakai pada kalimat ini, sebab bisa berarti polisi yang dilemparkan, jelas tidak sesuai dengan maksud berita itu.
.
- Kekacauan itu menimbulkan pada kemunduran ekonomi secara nasional.
Seharusnya: Kekacauan itu menimbulkan kemunduran ekonomi secara nasional. Sebab kk menimbulkan adalah kk transitif, yang harus langsung diikuti kata benda, bukan kata depan “pada”.

Kalimat kalimat sejenis setiap hari mewarnai media cetak dan media televisi, seakan para penyiar menganggap kalimat-kalimat seperti itu telah benar karena sudah saling meniru.
Penulis masih berharap Pusat Bahasa lebih aktif mensosialisasikan tata bahasa melalui tulisan di media umum dan acara khusus di media televisi agar tidak terjadi pembusukan tata bahasa secara umum.

Pada tulisan berikut akan dijelaskan berbagai macam awalan dan akhiran disertai penggunaannya, dan dilanjutkan dengan menyusun kalimat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar